Social Icons

Selasa, November 17, 2009

Nicholas Anelka: Islam Memberikan Kekuatan Baru

Islam mengubah dirinya menjadi disiplin dan penuh konsentrasi, sehingga menjadikannya pencetak gol terbanyak.

Negara Turki telah memberikan pencerahan kepada pemain bola top asal Prancis. Setelah Franck Ribery, ternyata Nicholas Anelka juga mendapat hidayah Tuhan, menjadi muslim, ketika dikontrak bermain bola oleh salah satu klub kaya Turki, Fenerbahce, pada tahun 2004 yang lalu...


Negara yang secara geografis membentang di benua Asia dan Eropa itu memang memiliki warisan Islam yang indah dan megah, dan masih terpeliharan hingga hari ini. Islam pernah berjaya di negeri tersebut dan Turki merupakan salah satu kekuatan yang disegani di Abad Pertengahan. Peninggalannya masih terpelihara dengan baik meski Islam tidak lagi dinyatakan sebagai agama negara.

Di klub Fenerbahce inilah Anelka mengucapkan dua kalimah syahadat. Sejak menyatakan diri sebagai muslim, ia menyandang nama Abdul-Salam Bilal. Sebelum itu, ia telah malang melintang di berbagai kota besar dengan klub kaya raya. Namun di tempat-tempat tersebut ia merasa hampa, karena selama itu ia memang tidak pernah menganut suatu agama. Nah, ketika pengembaraannya sampai ke Turki, Allah SWT menurunkan hidayah kepada pria Prancis kelahiran Versailles 14 Maret 1979 ini.

Ia mengaku mulai tertarik untuk menjadi muslim sejak umur 16 tahun, yaitu ketika ia banyak bergaul dan menjalin persahabatan dengan keluarga-keluarga muslim di Trappes, sebuah kota kecil di pinggiran barat Paris. Dari pergaulan yang intens itu ia merasa bahwa Islam adalah sistem yang cocok untuk hidupnya. “Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama Islam,” katanya kepada wartawan.

“Tapi ini masalah pribadi, dan tidak perlu dibicarakan secara terbuka.”

Dengan sikap seperti itu, tidak semua orang tahu bahwa Anelka adalah seorang muslim. Ia memang tidak pernah menunjukkan keislamannya seperti halnya Ribery. Seperti diketahui, Ribery selalu memanjatkan doa sebelum memulai kiprahnya bermain bola, yaitu dengan mengangkat kedua belah tangannya.

Apabila Ribery kemudian menikah dengan wanita muslim asal Maroko yang diyakini sebagai pendorong baginya untuk memeluk Islam, tidak demikian dengan Anelka. Pada 2007, ia menikah di Maroko, tapi dengan gadis asal Belgia, Barbara Tausia, yang berprofesi sebagai koreografer. Ia punya rencana untuk tinggal di Uni Emirat Arab setelah pensiun dari bola dan menghabiskan hari tuanya di sana.

Nicholas Anelka banyak menunjukkan perubahan kepribadian setelah memeluk Islam. Ketika masih bermain untuk Liverpool, Arsenal (Inggris), dan Real Madrid (Spanyol), ia dikenal sangat temperamental. Terkadang teman-temannya sering merasa serba salah ketika berbicara dengannya. Meski dikenal pendiam, kalau sudah merumput di lapangan hijau dia sangat garang, terutama di daerah lawan. Ia memang benar-benar haus gol.

Menjadi muslim, prestasinya makin bersinar, ia menjadi pencetak gol terbanyak di klub Chelsea (Inggris) pada musim kompetisi liga primer 2008/2009. Ia mampu mengoleksi 22 gol. Untuk itu ia mendapat gelar The Golden Boot Premiership.

Apa resepnya atas sukses tersebut? “Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi serta memiliki semangat tinggi. Saya senang menjadi seorang muslim. Islam adalah agama yang tenang, dan saya banyak belajar dari Islam,” tutur Anelka ketika ditanya para pemburu berita. Sebagai muslim, Anelka, alias Abdul-Salam Bilal, makin terlihat arif dan bijaksana.

Pemain Muda Terbaik
Anelka mengawali karier sepak bolanya di klub Paris Saint-Germain. Bakatnya kian menonjol ketika kemudian diboyong ke Inggris oleh klub Arsenal. Sehingga ia berhasil merengkuh prestasi sebagai pemain muda terbaik versi PFA (Professional Footballers’ Association).

Lepas dari Arsenal, ia hengkang ke Spanyol pada 1999 dan bermain untuk klub kaya raya bertabur bintang kelas dunia, Los Galaticos, Real Madrid. Namun, di klub yang mentransfer dirinya senilai 22,3 juta poundsterling itu ternyata ia tidak bertahan lama. Ia kemudian pulang mudik ke Paris Saint-Germain, dengan transfer 20 juta pound.

Meski sudah nyaman bermain di negeri sendiri, Inggris tetap mengibarkan bendera tantangan dan iming-iming baginya. Ia kemudian bermain untuk Liverpool meski dengan status pinjaman. Usai dari klub yang sekota dengan grup musik The Beatles ini, Anelka bukannya pulang kandang, melainkan meneruskan pengembaraannya ke Manchester City, 2002-2005 – sebelum klub ini dimiliki oleh Syaikh Manshoor dari Uni Emirat Arab.

Ternyata, di klub yang sekota dengan Manchester United (klub bola jawara Inggris) ini, ia bertahan selama tiga musim kompetisi, sebelum akhirnya terbang ke Turki karena dibeli oleh klub Fenerbahce pada musim kompetisi 2006-2007.

Di Turki, kehidupan ruhaninya pun berubah. Anelka, yang selama itu tidak peduli dengan agama dan pembinaan ruhani, akhirnya merasakan indahnya Islam. Namun sesungguhnya itu telah dirasakannya sejak mulai bergaul dengan keluarga-keluarga muslim di Trappes, Paris Barat.

Berbekal agama Islam, ia kemudian kembali ke Inggris dan bermain untuk klub “The Blues” Chelsea. Dengan pengendalian emosi dan disiplin yang tinggi, ia berhasil mengoleksi 22 gol, jumlah gol terbanyak yang hanya bisa diraih pemain bola terbaik yang sudah menemukan jati diri dan tujuan hidup.

http://www.majalah-alkisah.com

Berpegang kepada Ahli Sunnah, elak Wahabi cetus konflik ummah

Oleh Muhammad Uthman El-Muhammady


KITA mulakan tulisan ini dengan Ahli Sunnah Wal Jamaah, pegangan dan amalannya. Mengenai Ahli Sunnah tidak perlu kita berbicara panjang sebab ia diketahui umum. Kalau hendak disebut pun kita boleh membuat beberapa kenyataan seperti istilah itu diterima pakai oleh ulama sejak awal dengan Imam Tahawi, al-Asyari, Abu Hanifah, Imam Syafie, Baqillani, Baghdadi, al-Ghazali, al-Nawawi dan seterusnya sampai kepada Waliyullah al-Dihlawi dan Said Nursi bahkan Syeikh Hasan al-Banna dan Said Hawwa...

Bagaimanapun, boleh disebut bahawa istilah itu dalam hadis Nabi SAW yang dinukil dalam ‘al-Milal wa al-Nihal’ oleh al-Shahrastani dan juga dalam hadis al-Tabarani.

Kalau sesiapa mengatakan ia mempunyai sifat makhluk atau menyerupai makhluk, maka ia terkeluar daripada iman. Sebab itu Imam Tahawi, Syafie, Abu Hanifdah dan seterusnya menyebut Ia tidak bertempat, tidak tertakluk oleh masa, tidak berada dalam ruang.

Tidak boleh dikatakan Tuhan berada di atas, di bawah, di kanan, atau di kiri, di belakang atau di hadapan, sebab ia tidak berpihak.

Dalam Ahli Sunnah, ayat al-Quran dan hadis nabi yang menyebut sifat Allah seperti sifat makhluk, maka disuruh kita sama ada menerima seperti asalnya (tafwidh) menyerahkan erti hakikinya kepada Allah SWT, atau mentakwilkannya dengan sifat yang layak dengan-Nya.

Ini dilakukan umpamanya oleh penghulu orang Salaf al-Tabari.

Orang Wahabi menerimanya secara literal dan hakiki, kalau disebut Tuhan ada tangan, tanganlah, kalau kaki, kakilah, kalau jari maka jarilah. Ini membawa kepada menyerupakan Allah dengan makhluk. Nauzu billahi min zalik.

Seperkara lagi mereka membahagikan tauhid kepada tiga, tauhid Rububiah, tauhid Uluhiah, dan tauhid Asma Wassifat. Setiap satunya terasing daripada yang lain. Rububiah ertinya tauhid mengakui Tuhan Pencipta Alam, Esa, Berkuasa dan lainnya, tauhid Uluhiah ertinya menyembah-Nya dan taat kepada-Nya. Maka dengan skema ini, mereka boleh berkata Abu Jahal itu ahli tauhid dan ikhlas tauhidnya lebih daripada orang yang mengucap ‘Lailahailallah’.

Dengan skema ini juga mereka mengkafirkan orang yang berdoa meminta keberkatan di makam salihin dan anbia dan bertawassul dengan mereka. Ini pula satu tajuk yang tersendiri huraiannya.

Mengenai nabi, Ahli Sunnah mengajarkan, anbia ada sifat maksum (tidak berdosa), apa lagi Nabi Muhammad SAW dan mereka mempunyai sifat benar, amanah, menyampai kebenaran, dan bijaksana; mereka manusia yang makan dan minum serta berkahwin, tetapi mereka sempurna kerana itu diturunkan wahyu kepada mereka oleh Tuhan.

Ini diikuti dengan iman mengenai malaikat, akhirat (termasuk nikmat dan azab kubur), dan qada dan qadar yang menentukan segalanya ialah Allah, manusia diperintah berusaha dan berikhtiar dalam perkara yang baik dan mengelak daripada perkara yang jahat.

Ahli Sunnah mengajarkan kewajipan mengucap syahadah dengan yakin ertinya, menjalankan sembahyang lima waktu, melakukan puasa, menunaikan zakat dan menunaikan haji bagi mereka yang berkemampuan.

Ia mengajarkan kewajipan menunaikan nazar dan sumpah. Ia mengajarkan membaca al-Quran, lebih-lebih lagi dengan mengerti ertinya, melakukan zikir mengingati Allah dan berdoa kepada-Nya. Ia mengajarkan manusia bersangka baik terhadap Allah SWT dan jangan bersangka buruk terhadapnya.

Ahli Sunnah mengajarkan bahawa dosa besar ialah sihir, mencuri, berzina, berjudi, membuat sumpah palsu, memakan rasuah, memakan riba, yang terbesar ialah syirik yang berupa dosa yang tidak terampun, melainkan sebelum mati orang yang berkenaan bertaubat dan kembali kepada tauhid. Seseorang yang beriman tidak menjadi kafir dengan melakukan dosa bagaimana besar sekalipun, ia menjadi kafir hanya kerana kufur iktikad, kata-kata atau perbuatannya seperti ia menyembah berhala, kecuali ia dipaksa seperti diancam bunuh.

Orang Wahabi boleh menghukum orang kafir kerana dosa, bahkan kerana bertawassul di kubur nabi dan yang sepertinya.

Ahli Sunnah mengajarkan bahawa amalan orang hidup sampai kepada orang mati, baik dalam rupa bacaan seperti bacaan al-Quran, bertasbih, berdoa, bersedekah, dan amalan lain asalkan diniatkan untuk orang yang mati itu; kalau anak jika tidak diniatkan pun amalan itu sampai kepada kedua-dua ibu bapanya kerana ia lahir kerana mereka. Fahaman Wahabi mengatakan amalan orang hidup tidak sampai kepada orang mati.

Ahli Sunnah Wal-Jamaah mengajarkan Muslimin wajib taat kepada ulil-amri mereka, tidak boleh derhaka atau keluar menentang mereka, melainkan mereka itu kafir. Orang Wahabi tidak sedemikian sebab itu mereka menentang dan memberontak menentang Sultan Othmaniah dan wakilnya, tetapi mereka berbaik dengan British dan Perancis seperti yang jelas dalam sejarahnya. Ahli Sunnah mewajibkan memberi nasihat yang baik dan ikhlas kepada ulil-amri bukan memberontak. Tidak ada teori memberontak dalam Ahli Sunnah.

Dalam Ahli Sunnah, ulamanya mengajarkan bidaah ada yang baik dan ada yang buruk, tetapi Wahabi mengajarkan semua bidaah tidak dibolehkan; talkin, berwirid ramai-ramai selepas sembahyang, qunut subuh, tahlil arwah, majlis Maulud Nabi dan membaca Yassin pada malam Jumaat.

Banyak lagi perbezaan antara fahaman Wahabi dan Ahli Sunnah jika mahu diperkatakan. Hakikatnya kita melihat fahaman Wahabi berlainan daripada pegangan dan amalan Ahli Sunnah dan kita tidak boleh membiarkan orang Islam di negara ini terpengaruh dengannya kerana banyak implikasi negatifnya. Berwaspadalah. Wallahualam.

http://blogtraditionalislam.wordpress.com/

Ahad, November 08, 2009

Negeri Sembilan Juara Piala Malaysia

Sekalung Tahniah diucapkan kepada pasukan Negeri Sembilan kerana telah berjaya menamatkan penantian selama 61 tahun untuk mengungguli piala Malaysia dan membawanya pulang ke Negeri Sembilan. Ini adalah satu hadiah yang besar kepada peminat bolasepak di seluruh Negeri Sembilan dan juga hadiah kepada DYMM Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Muhriz ibni Almarhum Tuanku Munawir Yang juga berumur 61 tahun ketika baginda dimasyurkan dan ditabalkan menjadi Raja di Negeri ini...
Pada perlawanan akhir semalam, Negeri Sembilan telah mempamirkan semangat juang yang tinggi sehingga berjaya membenamkan cabaran Kelantan dengan jaringan gol 3 berbalas 1. Walaupun Stadium pada malam tadi dipenuhi oleh sebahagian besarnya penyokong Kelantan namum mereka berjaya menyerap segala tekanan tersebut dan dapat bermain dengan baik sekali. Disebalik kejayaan yang dikecapi oleh Negeri Sembilan ini terpalit sedikit kekecewaan kepada ribuan penyokong Negeri Sembilan kerana tidak dapat bersama-sama memberikan sokongan kepada pasukan Negeri Sembilan gara-gara kehabisan tiket perlawanan. Apa yang amat kita kesalkan ialah, kenapa tiket yang diperuntukkan kepada penyokong Negeri Sembilan terlalu sedikit sekitar 25 ribu sahaja sedangkan penyokong kelantan pula seramai 65 ribu. Kenapa perkara ini boleh berlaku? Apakah mereka yang terbabit ini hanya memikirkan keuntungan sahaja tanpa memikirkan perasaan dan kehendak penyokong Negeri Sembilan?. Kita sedia maklum bahawa Kelantan mempunyai ramai peminat bolasepak tetapi apa kurangnya Negeri Sembilan? Negeri Sembilan juga mempunyai peminat bolasepak yang fanatik, ini terbukti dalam 2 perlawanan akhir yang terdahulu dimana penyokong Negeri Sembilan Memenuhi ruang Stadium untuk memberi sokongan kepada pasukan kesayangannya. Perkara sebegini tidak sepatutnya berlaku lagi pada masa-masa yang akan datang kerana ianya akan menjejaskan reputasi FAM dan juga bolasepak tanahair. Tahniah sekali lagi kepada pasukan Negeri Sembilan kerana telah berjaya membawa Piala Malaysia kembali ke Negeri Sembilan.

Pencapaian Negeri Sembilan Setakat ini :

Piala Malaysia
Juara (2): 1948, 2009
N. Juara (2): 2000, 2006

Liga Super/Premier1/Division1
Juara (1): 2005/2006
N. Juara (1): 2007/2008

Liga Perdana/Premier2/Divison2
Juara (1): 1991
N. Juara (1): 2005

Piala F A
Juara (1): 2003

Peringkat Asian
Piala AFC
Peringkat Kumpulan: 2004, 2007
 
Blogger Templates