Social Icons

Selasa, November 17, 2009

Nicholas Anelka: Islam Memberikan Kekuatan Baru

Islam mengubah dirinya menjadi disiplin dan penuh konsentrasi, sehingga menjadikannya pencetak gol terbanyak.

Negara Turki telah memberikan pencerahan kepada pemain bola top asal Prancis. Setelah Franck Ribery, ternyata Nicholas Anelka juga mendapat hidayah Tuhan, menjadi muslim, ketika dikontrak bermain bola oleh salah satu klub kaya Turki, Fenerbahce, pada tahun 2004 yang lalu...


Negara yang secara geografis membentang di benua Asia dan Eropa itu memang memiliki warisan Islam yang indah dan megah, dan masih terpeliharan hingga hari ini. Islam pernah berjaya di negeri tersebut dan Turki merupakan salah satu kekuatan yang disegani di Abad Pertengahan. Peninggalannya masih terpelihara dengan baik meski Islam tidak lagi dinyatakan sebagai agama negara.

Di klub Fenerbahce inilah Anelka mengucapkan dua kalimah syahadat. Sejak menyatakan diri sebagai muslim, ia menyandang nama Abdul-Salam Bilal. Sebelum itu, ia telah malang melintang di berbagai kota besar dengan klub kaya raya. Namun di tempat-tempat tersebut ia merasa hampa, karena selama itu ia memang tidak pernah menganut suatu agama. Nah, ketika pengembaraannya sampai ke Turki, Allah SWT menurunkan hidayah kepada pria Prancis kelahiran Versailles 14 Maret 1979 ini.

Ia mengaku mulai tertarik untuk menjadi muslim sejak umur 16 tahun, yaitu ketika ia banyak bergaul dan menjalin persahabatan dengan keluarga-keluarga muslim di Trappes, sebuah kota kecil di pinggiran barat Paris. Dari pergaulan yang intens itu ia merasa bahwa Islam adalah sistem yang cocok untuk hidupnya. “Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama Islam,” katanya kepada wartawan.

“Tapi ini masalah pribadi, dan tidak perlu dibicarakan secara terbuka.”

Dengan sikap seperti itu, tidak semua orang tahu bahwa Anelka adalah seorang muslim. Ia memang tidak pernah menunjukkan keislamannya seperti halnya Ribery. Seperti diketahui, Ribery selalu memanjatkan doa sebelum memulai kiprahnya bermain bola, yaitu dengan mengangkat kedua belah tangannya.

Apabila Ribery kemudian menikah dengan wanita muslim asal Maroko yang diyakini sebagai pendorong baginya untuk memeluk Islam, tidak demikian dengan Anelka. Pada 2007, ia menikah di Maroko, tapi dengan gadis asal Belgia, Barbara Tausia, yang berprofesi sebagai koreografer. Ia punya rencana untuk tinggal di Uni Emirat Arab setelah pensiun dari bola dan menghabiskan hari tuanya di sana.

Nicholas Anelka banyak menunjukkan perubahan kepribadian setelah memeluk Islam. Ketika masih bermain untuk Liverpool, Arsenal (Inggris), dan Real Madrid (Spanyol), ia dikenal sangat temperamental. Terkadang teman-temannya sering merasa serba salah ketika berbicara dengannya. Meski dikenal pendiam, kalau sudah merumput di lapangan hijau dia sangat garang, terutama di daerah lawan. Ia memang benar-benar haus gol.

Menjadi muslim, prestasinya makin bersinar, ia menjadi pencetak gol terbanyak di klub Chelsea (Inggris) pada musim kompetisi liga primer 2008/2009. Ia mampu mengoleksi 22 gol. Untuk itu ia mendapat gelar The Golden Boot Premiership.

Apa resepnya atas sukses tersebut? “Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi serta memiliki semangat tinggi. Saya senang menjadi seorang muslim. Islam adalah agama yang tenang, dan saya banyak belajar dari Islam,” tutur Anelka ketika ditanya para pemburu berita. Sebagai muslim, Anelka, alias Abdul-Salam Bilal, makin terlihat arif dan bijaksana.

Pemain Muda Terbaik
Anelka mengawali karier sepak bolanya di klub Paris Saint-Germain. Bakatnya kian menonjol ketika kemudian diboyong ke Inggris oleh klub Arsenal. Sehingga ia berhasil merengkuh prestasi sebagai pemain muda terbaik versi PFA (Professional Footballers’ Association).

Lepas dari Arsenal, ia hengkang ke Spanyol pada 1999 dan bermain untuk klub kaya raya bertabur bintang kelas dunia, Los Galaticos, Real Madrid. Namun, di klub yang mentransfer dirinya senilai 22,3 juta poundsterling itu ternyata ia tidak bertahan lama. Ia kemudian pulang mudik ke Paris Saint-Germain, dengan transfer 20 juta pound.

Meski sudah nyaman bermain di negeri sendiri, Inggris tetap mengibarkan bendera tantangan dan iming-iming baginya. Ia kemudian bermain untuk Liverpool meski dengan status pinjaman. Usai dari klub yang sekota dengan grup musik The Beatles ini, Anelka bukannya pulang kandang, melainkan meneruskan pengembaraannya ke Manchester City, 2002-2005 – sebelum klub ini dimiliki oleh Syaikh Manshoor dari Uni Emirat Arab.

Ternyata, di klub yang sekota dengan Manchester United (klub bola jawara Inggris) ini, ia bertahan selama tiga musim kompetisi, sebelum akhirnya terbang ke Turki karena dibeli oleh klub Fenerbahce pada musim kompetisi 2006-2007.

Di Turki, kehidupan ruhaninya pun berubah. Anelka, yang selama itu tidak peduli dengan agama dan pembinaan ruhani, akhirnya merasakan indahnya Islam. Namun sesungguhnya itu telah dirasakannya sejak mulai bergaul dengan keluarga-keluarga muslim di Trappes, Paris Barat.

Berbekal agama Islam, ia kemudian kembali ke Inggris dan bermain untuk klub “The Blues” Chelsea. Dengan pengendalian emosi dan disiplin yang tinggi, ia berhasil mengoleksi 22 gol, jumlah gol terbanyak yang hanya bisa diraih pemain bola terbaik yang sudah menemukan jati diri dan tujuan hidup.

http://www.majalah-alkisah.com

Berpegang kepada Ahli Sunnah, elak Wahabi cetus konflik ummah

Oleh Muhammad Uthman El-Muhammady


KITA mulakan tulisan ini dengan Ahli Sunnah Wal Jamaah, pegangan dan amalannya. Mengenai Ahli Sunnah tidak perlu kita berbicara panjang sebab ia diketahui umum. Kalau hendak disebut pun kita boleh membuat beberapa kenyataan seperti istilah itu diterima pakai oleh ulama sejak awal dengan Imam Tahawi, al-Asyari, Abu Hanifah, Imam Syafie, Baqillani, Baghdadi, al-Ghazali, al-Nawawi dan seterusnya sampai kepada Waliyullah al-Dihlawi dan Said Nursi bahkan Syeikh Hasan al-Banna dan Said Hawwa...

Bagaimanapun, boleh disebut bahawa istilah itu dalam hadis Nabi SAW yang dinukil dalam ‘al-Milal wa al-Nihal’ oleh al-Shahrastani dan juga dalam hadis al-Tabarani.

Kalau sesiapa mengatakan ia mempunyai sifat makhluk atau menyerupai makhluk, maka ia terkeluar daripada iman. Sebab itu Imam Tahawi, Syafie, Abu Hanifdah dan seterusnya menyebut Ia tidak bertempat, tidak tertakluk oleh masa, tidak berada dalam ruang.

Tidak boleh dikatakan Tuhan berada di atas, di bawah, di kanan, atau di kiri, di belakang atau di hadapan, sebab ia tidak berpihak.

Dalam Ahli Sunnah, ayat al-Quran dan hadis nabi yang menyebut sifat Allah seperti sifat makhluk, maka disuruh kita sama ada menerima seperti asalnya (tafwidh) menyerahkan erti hakikinya kepada Allah SWT, atau mentakwilkannya dengan sifat yang layak dengan-Nya.

Ini dilakukan umpamanya oleh penghulu orang Salaf al-Tabari.

Orang Wahabi menerimanya secara literal dan hakiki, kalau disebut Tuhan ada tangan, tanganlah, kalau kaki, kakilah, kalau jari maka jarilah. Ini membawa kepada menyerupakan Allah dengan makhluk. Nauzu billahi min zalik.

Seperkara lagi mereka membahagikan tauhid kepada tiga, tauhid Rububiah, tauhid Uluhiah, dan tauhid Asma Wassifat. Setiap satunya terasing daripada yang lain. Rububiah ertinya tauhid mengakui Tuhan Pencipta Alam, Esa, Berkuasa dan lainnya, tauhid Uluhiah ertinya menyembah-Nya dan taat kepada-Nya. Maka dengan skema ini, mereka boleh berkata Abu Jahal itu ahli tauhid dan ikhlas tauhidnya lebih daripada orang yang mengucap ‘Lailahailallah’.

Dengan skema ini juga mereka mengkafirkan orang yang berdoa meminta keberkatan di makam salihin dan anbia dan bertawassul dengan mereka. Ini pula satu tajuk yang tersendiri huraiannya.

Mengenai nabi, Ahli Sunnah mengajarkan, anbia ada sifat maksum (tidak berdosa), apa lagi Nabi Muhammad SAW dan mereka mempunyai sifat benar, amanah, menyampai kebenaran, dan bijaksana; mereka manusia yang makan dan minum serta berkahwin, tetapi mereka sempurna kerana itu diturunkan wahyu kepada mereka oleh Tuhan.

Ini diikuti dengan iman mengenai malaikat, akhirat (termasuk nikmat dan azab kubur), dan qada dan qadar yang menentukan segalanya ialah Allah, manusia diperintah berusaha dan berikhtiar dalam perkara yang baik dan mengelak daripada perkara yang jahat.

Ahli Sunnah mengajarkan kewajipan mengucap syahadah dengan yakin ertinya, menjalankan sembahyang lima waktu, melakukan puasa, menunaikan zakat dan menunaikan haji bagi mereka yang berkemampuan.

Ia mengajarkan kewajipan menunaikan nazar dan sumpah. Ia mengajarkan membaca al-Quran, lebih-lebih lagi dengan mengerti ertinya, melakukan zikir mengingati Allah dan berdoa kepada-Nya. Ia mengajarkan manusia bersangka baik terhadap Allah SWT dan jangan bersangka buruk terhadapnya.

Ahli Sunnah mengajarkan bahawa dosa besar ialah sihir, mencuri, berzina, berjudi, membuat sumpah palsu, memakan rasuah, memakan riba, yang terbesar ialah syirik yang berupa dosa yang tidak terampun, melainkan sebelum mati orang yang berkenaan bertaubat dan kembali kepada tauhid. Seseorang yang beriman tidak menjadi kafir dengan melakukan dosa bagaimana besar sekalipun, ia menjadi kafir hanya kerana kufur iktikad, kata-kata atau perbuatannya seperti ia menyembah berhala, kecuali ia dipaksa seperti diancam bunuh.

Orang Wahabi boleh menghukum orang kafir kerana dosa, bahkan kerana bertawassul di kubur nabi dan yang sepertinya.

Ahli Sunnah mengajarkan bahawa amalan orang hidup sampai kepada orang mati, baik dalam rupa bacaan seperti bacaan al-Quran, bertasbih, berdoa, bersedekah, dan amalan lain asalkan diniatkan untuk orang yang mati itu; kalau anak jika tidak diniatkan pun amalan itu sampai kepada kedua-dua ibu bapanya kerana ia lahir kerana mereka. Fahaman Wahabi mengatakan amalan orang hidup tidak sampai kepada orang mati.

Ahli Sunnah Wal-Jamaah mengajarkan Muslimin wajib taat kepada ulil-amri mereka, tidak boleh derhaka atau keluar menentang mereka, melainkan mereka itu kafir. Orang Wahabi tidak sedemikian sebab itu mereka menentang dan memberontak menentang Sultan Othmaniah dan wakilnya, tetapi mereka berbaik dengan British dan Perancis seperti yang jelas dalam sejarahnya. Ahli Sunnah mewajibkan memberi nasihat yang baik dan ikhlas kepada ulil-amri bukan memberontak. Tidak ada teori memberontak dalam Ahli Sunnah.

Dalam Ahli Sunnah, ulamanya mengajarkan bidaah ada yang baik dan ada yang buruk, tetapi Wahabi mengajarkan semua bidaah tidak dibolehkan; talkin, berwirid ramai-ramai selepas sembahyang, qunut subuh, tahlil arwah, majlis Maulud Nabi dan membaca Yassin pada malam Jumaat.

Banyak lagi perbezaan antara fahaman Wahabi dan Ahli Sunnah jika mahu diperkatakan. Hakikatnya kita melihat fahaman Wahabi berlainan daripada pegangan dan amalan Ahli Sunnah dan kita tidak boleh membiarkan orang Islam di negara ini terpengaruh dengannya kerana banyak implikasi negatifnya. Berwaspadalah. Wallahualam.

http://blogtraditionalislam.wordpress.com/

Ahad, November 08, 2009

Negeri Sembilan Juara Piala Malaysia

Sekalung Tahniah diucapkan kepada pasukan Negeri Sembilan kerana telah berjaya menamatkan penantian selama 61 tahun untuk mengungguli piala Malaysia dan membawanya pulang ke Negeri Sembilan. Ini adalah satu hadiah yang besar kepada peminat bolasepak di seluruh Negeri Sembilan dan juga hadiah kepada DYMM Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Muhriz ibni Almarhum Tuanku Munawir Yang juga berumur 61 tahun ketika baginda dimasyurkan dan ditabalkan menjadi Raja di Negeri ini...
Pada perlawanan akhir semalam, Negeri Sembilan telah mempamirkan semangat juang yang tinggi sehingga berjaya membenamkan cabaran Kelantan dengan jaringan gol 3 berbalas 1. Walaupun Stadium pada malam tadi dipenuhi oleh sebahagian besarnya penyokong Kelantan namum mereka berjaya menyerap segala tekanan tersebut dan dapat bermain dengan baik sekali. Disebalik kejayaan yang dikecapi oleh Negeri Sembilan ini terpalit sedikit kekecewaan kepada ribuan penyokong Negeri Sembilan kerana tidak dapat bersama-sama memberikan sokongan kepada pasukan Negeri Sembilan gara-gara kehabisan tiket perlawanan. Apa yang amat kita kesalkan ialah, kenapa tiket yang diperuntukkan kepada penyokong Negeri Sembilan terlalu sedikit sekitar 25 ribu sahaja sedangkan penyokong kelantan pula seramai 65 ribu. Kenapa perkara ini boleh berlaku? Apakah mereka yang terbabit ini hanya memikirkan keuntungan sahaja tanpa memikirkan perasaan dan kehendak penyokong Negeri Sembilan?. Kita sedia maklum bahawa Kelantan mempunyai ramai peminat bolasepak tetapi apa kurangnya Negeri Sembilan? Negeri Sembilan juga mempunyai peminat bolasepak yang fanatik, ini terbukti dalam 2 perlawanan akhir yang terdahulu dimana penyokong Negeri Sembilan Memenuhi ruang Stadium untuk memberi sokongan kepada pasukan kesayangannya. Perkara sebegini tidak sepatutnya berlaku lagi pada masa-masa yang akan datang kerana ianya akan menjejaskan reputasi FAM dan juga bolasepak tanahair. Tahniah sekali lagi kepada pasukan Negeri Sembilan kerana telah berjaya membawa Piala Malaysia kembali ke Negeri Sembilan.

Pencapaian Negeri Sembilan Setakat ini :

Piala Malaysia
Juara (2): 1948, 2009
N. Juara (2): 2000, 2006

Liga Super/Premier1/Division1
Juara (1): 2005/2006
N. Juara (1): 2007/2008

Liga Perdana/Premier2/Divison2
Juara (1): 1991
N. Juara (1): 2005

Piala F A
Juara (1): 2003

Peringkat Asian
Piala AFC
Peringkat Kumpulan: 2004, 2007

Isnin, Oktober 05, 2009

Pertabalan Yang Di Pertuan Besar Negeri Sembilan

Kuala Pilah - Yang Di Pertuan Besar Negeri Sembilan, Tuanku Muhriz akan ditabalkan pada satu adat istiadat bersejarah, Oktober depan. Pengisytiharan tersebut dibuat oleh Tunku Besar Seri Menanti, Tunku Ali Redhauddin Tuanku Muhriz yang menyatakan istiadat tersebut akan diadakan di BalairongSeri Istana Besar Seri Menanti yang bermula 22 hingga 28 Oktober depan.Titah baginda, istiadat pertabalan akan dimulakan dengan istiadat mengeluarkan dan memasang alat-alat kebesaran di halaman Istana Besar Seri Menanti pada 22 Oktober oleh Pegawai 99 diketuai oleh Datuk Seri Amar Diraja setelah mendapat perkenan Yang Di Pertuan Besar Negeri Sembilan...
"Selepas itu dua das tembakan meriam dilepaskan. Alat-alat kebesaran akan kekal terpasang di halaman istana selama tujuh hari sehingga istiadat menyimpan alat-alat kebesaran ini dilakukan pada 28 Oktober nanti," titah baginda dalam sidang bersama media di Majlis Pengisytiharan Adat Istiadat Pertabalan Yang Di Pertuan Besar Negeri Sembilan ke 11 di Istana Besar Seri Menanti semalam.
Istiadat Bersiram akan berlangsung pada 25 Oktober ini di mana Yang Di Pertuan Besar Negeri Sembilan bersama Tunku Ampuan Besar, Tuanku Aishah Rohani Tengku Besar Mahmud akan bersemayam atas Takhta Rencana dan diarak dari Istana Besar Seri Menanti ke Panca Persada dan disusuli dengan lapan das tembakan meriam.
Istiadat diteruskan dengan Orang Empat Istana menyempurnakan Istiadat Bersiram denagn menyembahkan bedak limau setelah mengelilingi DYMM sebanyak tujuh kali.
"Selepas itu, Tuanku berdua akan bersemayam semula di atas Takhta Rencana dan diarak kembali ke Istana Besar Seri Menanti serta disusuli oleh lapan das tembakan meriam," titah baginda.
Istiadat Pertabalan akan dilangsungkan pada 26 Oktober di Balairong Seri Istana Besar Seri Menanti. Istiadat Pertabalan Yang Di Pertuan Besar Negeri Sembilan ke 11 merupakan salah satu daripada tiga istiadat bersejarah di Negeri Sembilan pada tahun ini.
Sebelum itu, Tunku Ali Redhauddin bertitah, "semua pembesar adat perlu bersiap sedia memulakan kerja agar adat pertabalan dapat berjalan dengan lancar."
Sinar Harian MNS, 26 September 2009

Jumaat, Jun 05, 2009

Sultan Muhammad al-Fateh dan Pembukaan Costantinople

HADIS RASULLAH SAW TENTANG PEMBEBASAN CONSTANTINOPLE

Sabda Rasulullah s.a.w. ketika menggali Parit Khandaq; “..Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera……”
(Hadis riwayat Imam Ahmad)

Di bawah ini adalah satu artikel yang dikirimkan kepada saya oleh seorang rakan. Disiarkan semula di sini untuk tatapan pembaca. Ditambah beberapa keping gambar yang diambil dari Turki untuk dikongsikan.

Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Constantinople untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah swt di dalam Hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, 5 kempen di zaman Kerajaan Umayyah, 1 kempen di zaman Kerajaan Abbasiyah dan 2 kempen di zaman Kerajaan Usmaniyah. Di dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar Nabi saw iaitu Abu Ayyub Al Ansary r.a telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Kerana aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Constantinople”. Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi s.a.w. Hadis Nabi s.a.w ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al Fatih, khalifah ke-7 Kerajaan Usmaniyyah dan 150,000 orang tenteranya. Siapakah Sultan Muhammad Al Fatih? Apakah kehebatan Baginda dan tentera-tenteranya sehingga disebut “sebaik-baik raja” dan “sebaik-baik tentera” di dalam hadis tersebut...
PENGENALAN
Baginda dilahirkan pada 29 Mac 1432 Masihi di Adrianapolis (sempadan Turki–Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup Baginda sebenarnya telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai “sebaik-baik raja” di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenali dengan gelaran Muhammad Al Fatih kerana kejayaannya membebaskan Constantinople. Baginda menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451–1481). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen peperangan. Baginda mangkat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat Baginda mangkat diracun.
PENDIDIKAN
Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Di dalam bidang keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al Wali dikatakan dari keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra. Di dalam ilmu peperangan pula, Baginda diajar tentang tektik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera. Di dalam bidang akademik pula, Baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew. Di dalam bidang Ilmu Pemerintahan pula, ayahanda Baginda , Sultan Murad II, dengan tujuan mendidik, semasa pergi bersuluk ke Pulau Magnesia, telah melantik Baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan Khalifah. Dalam usia semuda ini Baginda telah matang menangani tipu helah musuh.

KEPERIBADIAN
Baginda sentiasa bersifat tawadhu’ dan rendah diri . Semasa membina Benteng Rumeli Hissari, Baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulama'-ulama' dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja. Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahsia pemerintahan. Baginda sangat cintakan ulama' dan selalu berbincang dengan mereka tentang permasalahan negara.

PERSIAPAN AWAL MEMBEBASKAN CONSTANTINOPLE
Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota Costantinople setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang tentang strategi yang sesuai untuk digunakan. Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang boleh menembak bom 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit. Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah dibina oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang melintasi Selat Bosphorus. Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan Hungary untuk memencilkan Constantinople apabila diserang nanti. Baginda membawa bersama para ulama' dan pakar motivasi ke medan perang bagi membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu Kota Constantinople, Baginda mengarahkan dilaungkan Azan dan solat berjemaah. Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.

MELANCARKAN SERANGAN KE ATAS CONSTANTINOPLE
Setelah segala persiapan lengkap diatur, Baginda menghantar utusan kepada Raja Bizantin meminta beliau menyerah. Keengganan beliau mengakibatkan kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding tengahnya masih teguh. Seterusnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka. Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah armada yang dipenuhi dengan senjata dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk menghalang kemaraan armada Usmaniyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Bizantin. Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran 72 buah kapal perang Usmaniyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Tektik ini diakui sebagai antara tektik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota. Kapal-kapal perang tentera Byzantin habis terbakar kerana bedilan meriam Usmaniyah. Pertahanan Byzantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada Hadis Rasulullah saw dan bersama-sama berdoa kepada Allah swt. Keesokan paginya tentera Usmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Byzantin menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan bedilan meriam diteruskan sehingga tengahari. Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini Baginda berucap menaikkan semangat tenteranya, “Wahai tenteraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku!”. Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera Baginda mengetuai sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan pertahanan Byzantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar. Pada 29 Mei 1453, Kota Constantinople jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan) . Gereja Besar St Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawadhuknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran “Al Fatih” iaitu yang menang kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.

SEBAIK-BAIK RAJA DAN SEBAIK-BAIK TENTERA
Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tenteranya termasuk dirinya bangun lantas bertanya, “Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan solat fardhu walau sekali sila duduk!”. Tiada seorang pun yang duduk, kerana tidak seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu. Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat rawatib sila duduk!”. Sebahagian daripada tenteranya duduk. Kemudian Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!”. Kali ini semuanya duduk, kecuali Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri. Baginda tidak pernah meninggalkan solat fardhu, Solat Sunat Rawatib dan Solat Tahajjud sejak baligh . Inilah dia anak didikan Syeikh Shamsuddin Al Wali. Bagindalah sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw di dalam Hadisnya itu.

Jumaat, Mei 08, 2009

Sejarah Ringkas Askar Melayu Dalam Perang Dunia Kedua

Sejarah Tentera Darat Malaysia bermula dengan usaha untuk menubuhkan satu pasukan pertahanan yang dianggotai oleh anak-anak Melayu. Usaha ini bermula semenjak tahun 1902 lagi. Banyak perbincangan oleh Raja-Raja Melayu dan Penasihat-Penasihat British telah dijalankan bagi mengujudkan pasukan ini. Dalam tahun 1913 Almarhum DYMM Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan, Tuanku Muhammad Shah ibni Tuanku Antah, Almarhum DYMM Sultan Perak, Sultan Alang Iskandar Shah, Almarhum Raja Di Hilir Perak, Raja Sir Chulan dan Almarhum YTM Undang Rembau, Datuk Abdullah bin Haji Dahan telah menyuarakan hasrat menubuhkan pasukan Askar Melayu. Hasrat Raja-Raja ini telah menjadi kenyataan apabila di dalam Persidangan Majlis Mesyuarat Persekutuan pada 23 Januari 1933, Rang Undang-Undang Askar Melayu telah diluluskan dan dikenali sebagai Undang-Undang No. 11.
Bagi menyahut seruan untuk mempertahankan ibu pertiwi, lebih dari seribu pemuda-pemuda Melayu tampil dari pelusuk tanahair telah tampil menawarkan khidmat mereka, tetapi hanya 25 orang sahaja yang berjaya dipilih sebagai pengasas Kompeni Percubaan Pasukan Askar Melayu. Mereka telah diarahkan untuk melapor diri ke Haig Lines (sekarang IPDA), Port Dickson untuk memulakan latihan pada 1 Mac 1933.Skuad Pertama ini telah menjalankan latihan dengan gigih dan penuh tabah, dan pihak pegawai-pegawai British, selaku jurulatih sangat berpuas hati dengan kebolehan, kecekapan serta semangat keperwiraan yang ditunjukkan. Pada pertengahan tahun 1934, Kompeni Percubaan telah diistiharkan sebagai berjaya dengan cemerlangnya dan layak diperbesarkan ke satu batalion yang lengkap. Seterusnya buat julung kali, pada 4 Nov 1936, seramai empat pemuda anggota Skuad Pertama telah ditauliahkan sebagai pegawai dengan pangkat Leftenan Muda. Mereka adalah No. 8 Ariffin bin Haji Sulaiman, No. 12 Ibrahim bin Sidek, No 13 Ismail bin Tahar dan No. 25 Raja Lope Nor Rashid bin Raja Abdul Rahman.
Dengan tercetusnya peprangan di Eropah pada 3 Sep 1939, latihan anggota Askar Melayu telah dipertingkatkan dan kekuatannya diperbesarkan. Pada 1 Dis 1941, Batalion Kedua Askar Melayu telah ditubuhkan bagi menghadapi serangan Tentera Jepun yang sedang mara. Kompeni A, Batalion Kedua adalah unit Askar Melayu pertama menentang Tentera Jepun yang mendarat di Pantai Cinta Berahi (sekarang Pantai Cahaya Bulan), Kelantan pada 8 Dis 1941. Kekuatan Tentera Jepun yang berlipat ganda telah memaksa Kompeni tersebut berundur ke Kuala Krai dan seterusnya Singapura. Di Singapura, Batalion Pertama dan Kedua Askar Melayu telah berjuang bersama Tentera British menentang kemaraan musuh. Askar Melayu telah berjuang dengan penuh semangat di sekitar kawasan Pasir Panjang, Buona Vista, Labrador dan Alexander.Satu peritiwa yang sukar dilupai dalam sejarah Tentera Darat ialah peristiwatindakan Tentera Jepun menawan Bukit Chandu yang dipertahankan oleh Platun No. 7, Kompeni C, Batalion Pertama Askar Melayu yang diketuai oleh Lt Adnan bin Saidi. Tentera musuh, setelah gagal dalam percubaan yang pertama, mengulangi serangan dengan kekuatan yang berlipat ganda.
Di dalam pertempuran yang sengit ini, anggota Platun No. 7 telah berjuang dengan semangat yang gigih tanpa mengaku kalah. Lt Adnan sendiri mengandalikan senjata Lewis Machinegun dan mara mara untuk memberi semangat dan perangsang. Waklaupun mengalami kecederaan, namun beliau telah menunjukkan semangat untuk terus berjuang hingga ke titisan darah terakhir. Akhirnya tentera musuh telah berjaya menawan Bukit Chandu dan Lt Adnan telah ditikam dengan benet dan mayat beliau digantung kepala ke bawah disebatang pokok.Satu lagi peristiwa yang menyayat hati berlaku pada 28 Februari 1942 apabila seramai 8 orang pegawai Askar Melayu, setelah menjadi tawanan perang dibunuh di Pasir Panjang disebabkan keengganan mereka menanggalkan pakaian seragam tentera mereka.Selain dari anggota-anggota Askar Melayu, ramai lagi anak-anak Melayu menceburkan diri sebagai anggota dalam Federation Volunteer Forces menentang tentera musuh dan ramai yang turut terkorban. Di samping itu ramai anak-anak Melayu yang berkhidmat dengan Tentera British seperti Royal Army Service Corps (RASC), Royal Army Ordnance Corps (RACC), Royal Artillery (RA) dan lain-lain pasukan yang turut berjuang.
Singapura jatuh ke tangan Jepun pada 15 Feb 1942 dan anggota Askar Melayu yang masih hidup telah menjadi tawanan perang. Apabila diperintahkan pulang ke kampong masing-masing ramai dari mereka meneruskan perjuangan menentang pemerintahan Jepun melalui pergerakan bawah tanah.

Khamis, Mei 07, 2009

Doa Keselamatan Dari Wabak

Marilah kita bersama-sama membaca Doa seperti yang terkandung di halaman blog Dato' Haji Mohd Murtadza berikutan dengan masalah wabak yang melanda dunia ketika ini. Wabak yang sedang hangat diperkatakan sekarang ini ialah Selsema Babi. Dengan tiba-tiba sahaja nama wabak ini bertukar, mungkin disebabkan babi sudah tidak laku lagi dipasaran sejak kebelakangan ini, maka nama wabak ini ditukar kepada nama baru iaitu Influenza A (H1N1) seperti yang telah ditetapkan oleh Pertubuhan Kesihatan sedunia (WHO). Walaubagaimanapun nama wabak ini tidak terlalu penting untuk difikirkan kerana apa yang lebih mustahak adalah untuk menghindarkan penyakit ataupun wabak ini dari terus merebak. Untuk itu sila layari halaman: http://hjmohdmurtadza.blogspot.com/2009/04/doa-keselamatan-daripada-wabak.html

Rabu, April 22, 2009

Watikah Perlantikan Mufti N.S Yang Baru

Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Muhriz ibni Almarhum Tuanku Munawir berkenan menyampaikan watikah perlantikan sebagai Mufti Kerajaan Negeri kepada Dato' Mohd Yusof Ahmad di Balai Kesenangan Merah, Istana Besar Seri Menanti Kuala Pilah, semalam. Mohd Yusof 64 , dilantik sebagai Mufti baru Kerajaan Negeri Sembilan berkuat kuasa 1 April lalu menggantikan Dato' Mohd Murtadza Ahmad.
Kepada Dato' Mufti yang lama iaitu Dato' Mohd Murtadza, diharap beliau akan sentiasa meneruskan perjuangannya seperti mana sewaktu beliau masih lagi menjadi mufti di Negeri Sembilan. Diharap juga selepas ini beliau akan lebih aktif lagi dalam usaha beliau untuk menyampaikan ilmu agama terutamanya kepada rakyat di negeri ini. Beliau adalah merupakan mufti yang cukup disenangi rakyat akan tetapi disebabkan ada pihak yang tidak menyukai beliau maka beliau diketepikan. Orang yang membuat penginayaan kepada ulama yang kita ketahui kedudukannya sebagi perwaris nabi, mereka-mereka ini akan mendapat pengajarannya kelak.

Rabu, April 15, 2009

Pertabalan Tunku Ampuan Besar N.S. ke-11

Kuala Pilah : Semalam telah pun di sempurnakan upacara perlantikan dan pertabalan YMM Tengku Aishah Rohani ibni Almarhum Tengku Besar Mahmud sebagai DYMM Tunku Ampuan Besar Negeri Sembilan yang ke-11. Pemilihan Tuanku Aishah ini telah dibuat dalam satu mensyuarat antara Datuk-Datuk Penghulu Luak Tanah Mengandung dengan Orang Empat Istana pada 21 Januari lalu sebelum mempersembahkannya kepada DYMM Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Muhriz Tuanku Munawir. Istiadat di Balairong Seri Istana Besar bermula dengan Istiadat Pelantikan, apabila Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan, Tuanku Muhriz Tuanku Munawir melafazkan watikah pelantikan Tengku Aishah Rohani sebagai Tunku Ampuan Besar Negeri Sembilan, diikuti dengan memakaikan tiara kepada permaisuri Baginda. Kemuadian diikuti pula tembakan meriam lapan das menandakan pelantikan Tunku Ampuan Besar Negeri Sembilan. Selepas keberangkatan Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan meninggalkan Balairong Seri, Istiadat Pertabalan dimulakan dengan upacara mengadap oleh Datuk-Datuk Penghulu Luak Tanah Mengandong. Pelantikan dan pertabalan Tunku Ampuan Besar Negeri Sembilan adalah istiadat penting yang kebiasaannya diadakan sebelum pertabalan Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan yang dijangka berlangsung pada bulan Oktober ini.

Isnin, April 13, 2009

Istiadat Perlantikan dan Pertabalan Tuanku Ampuan Besar N.S.

Dimaklumkan bahawa pada hari Selasa ini (14 April 2009) akan diadakan satu majlis istiadat Perlantikan dan Pertabalan Tengku Aishah Rohani Tengku Besar Mahmud sebagai Tuanku Ampuan Besar Negeri Sembilan di Balairong seri Istana Besar Seri Menanti. Sebelum itu juga telah diadakan majlis santapan bersama rakyat di perkarangan Istana Besar Seri Menanti bagi meraikan rakyat sempena istiadat perlantikan dan pertabalan Tengku Aishah Rohani sebagai Tuanku Ampuan Besar Negeri Sembilan yang turut dihadiri oleh Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Muhriz ibni Almarhum Tuanku Munawir dan Permaisuri serta dua putera baginda iaitu Tunku Besar Seri Menanti Tunku Ali Redhauddin dan Tunku Zain Al'Abidin serta kerabat. Majlis yang dimulakan dengan doa dan tahlil itu telah diketuai oleh Imam 1 Masjid Diraja Tuanku Munawir sempena memperingati kemangkatan Almarhum Tuanku Munawir dan Almarhum Tuanku Ampuan Durah. Majlis santapan secara bersila itu turut diserikan dengan persembahan nasyid dari kumpulan institut Tahfiz Al-Quran Gemenceh, Negeri Sembilan.

Isnin, Mac 16, 2009

Pejuang Bahasa Yang Tulin

Pendeta Za'ba
Pemuda Melayu pertama dari Negeri Sembilan yang menamatkan tingkatan satu ke Senior Cambridge dalam tempoh enam tahun.

Tan Sri Dr. Haji Zainal Abidin bin Ahmad atau Za'ba adalah merupakan pejuang bahasa yang telah banyak menyumbang kepada perkembangan Bahasa Melayu sehingga kini. Perjuangan beliau semasa zamannya telah dapat mendaulatkan Bahasa Melayu sehingga ke peringkat yang tertinggi. Beliau juga telah menyusun dan menstruktur semula Bahasa Melayu ini sehingga ke akar umbinya dan menjadikan ianya antara salah satu bahasa yang paling mudah dipelajari di dunia. Penulisan mata penanya amat ditakuti dan digeruni oleh penjajah Inggeris sehingga banyak karyanya mengenai kemunduran bangsa Melayu ketika itu telah disekat penyebarannya. Perjuangan beliau ini bukanlah untuk meraih sebarang ganjaran ataupun imbuhan, tetapi ianya dilakukan semata-mata untuk mendaulat bangsa Melayu secara menyeluruh. Tetapi selepas pemergian beliau ke Rahmatullah pada 23 Oktober 1973 ketika berusia 78, apa yang pernah beliau perjuangkan suatu ketika dahulu telah dihakis teruk sedikit demi sedikit sehingga antara satunya ialah dengan terlaksanya sistem pengajaran dan pembelajaran bagi mata pelajaran Sains dan Matematik di dalam Bahasa Inggeris. Sebelum itu, tulisan jawi telah menjadi mangsa kepada pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga ianya dipinggirkan dan akhirnya telah menyebabkan mayarakat Melayu buta Jawi. Banyak kitab-kitab hebat karang ulama serta ilmuan terdahulu telah sukar untuk dipelajari dan difahami oleh masyarakat kini kerana kebanyakan kitab tersebut ditulis dalam tulisan jawi. Suatu hari nanti bahasa melayu juga akan menerima nasib yang sama seperti tulisan jawi di mana, orang Melayu sendiri sudah tidak dapat lagi membaca serta menulis dalam Bahasa Melayu. Akhirnya bangsa melayu akan hilang ketuanannya dan pada ketika itu bangsa kita tidak akan dihormati lagi oleh masyarakat dunia. Bukan mudah untuk kita mendaulatkan semula Bahasa Melayu apabila ianya telah hilang atau lenyap dari ketuanan bangsa kita. Jadi, sudah menjadi tanggungjawab kita untuk bersama-sama mempertahankan serta mendaulatkan Bahasa Melayu sehingga ke akar umbi supaya ianya terpelihara dan akan terus subur sepanjang zaman. Apa yang kita lakukan hari ini adalah merupakan pemangkin kepada kejayaan anak-anak bangsa kita untuk meneruskan kesinambungan ini pada masa-masa yang mendatang.

Isnin, Februari 23, 2009

Tunku Ali dilantik sebagai Tunku Besar Seri Menanti


TUANKU MUHRIZ berkenan menyerahkan watikah pelantikan Tuanku Besar Seri Menanti kepada Tunku Ali Redhauddin di Istana Besar Seri Menanti, Kuala Pilah semalam.

KUALA PILAH 22 Feb. – Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan, Tuanku Muhriz Tuanku Munawir hari ini berkenan mengurniakan gelaran pusaka Tunku Besar Seri Menanti kepada putera sulung baginda, Tunku Ali Redhauddin.
Baginda mengurniakan gelaran tersebut kepada Tunku Ali, 31, pada Istiadat Pengurniaan Gelaran Pusaka Tunku Besar Seri Menanti di Balairong Seri Istana Besar Seri Menanti di sini.
Turut berangkat mengiringi baginda ketika istiadat pertabalan itu adalah Tuanku Ampuan Negeri Sembilan, Tengku Aishah Rohani Tengku Besar Mahmud.
Semasa melafazkan watikah pelantikan itu, Tuanku Muhriz bertitah, baginda memuliakan putera sulung baginda dengan gelaran pusaka Tunku Besar Seri Menanti.
Dalam pada itu, sebaik saja Tunku Ali dikurniakan gelaran tersebut beliau telah disisipkan dengan sebilah keris serta melafazkan sumpah taat setia dan berikrar melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebaik mungkin kepada baginda.
Menurut kenyataan Istana Besar Seri Menanti, istiadat pelantikan itu diadakan untuk kali ketiga dalam tempoh 120 tahun di mana dua pemegang gelaran terdahulu iaitu Tuanku Muhriz dan Tunku Burhanuddin masing-masing menyandangnya selama 47 tahun dan 73 tahun.
Tunku Besar Seri Menanti ialah gelaran yang paling kanan di antara Putera Yang Empat. Lazimnya, penyandang gelaran tersebut merupakan anakanda kepada Yang Dipertuan Besar terdahulu atau yang bersemayam di atas takhta.
Tiga gelaran yang lain ialah Tunku Laxamana, Tunku Muda Serting dan Tunku Panglima Besar yang kini disandang oleh Tunku Naquiyuddin Tuanku Ja‘afar, Tunku Imran Tuanku Ja‘afar dan Tunku Nadzaruddin Tuanku Ja‘afar.
Turut hadir semasa pengurniaan tersebut ialah Undang Yang Empat, Menteri Besar Datuk Seri Mohamad Hasan dan isteri, Datin Seri Raja Salbiah Tengku Nujumudin serta Ahli-ahli Exco kerajaan negeri, ketua-ketua jabatan dan pemimpin negeri.
Selepas majlis di Balairong Seri, baginda berdua berangkat ke majlis santapan diraja sambil diiringi oleh Putera Yang Empat yang berlangsung di istana tersebut.

Khamis, Februari 19, 2009

Mengenali D.Y.M.M Paduka Seri Tuanku Muhriz ibni almarhum Tuanku Munawir

Hampir 2 bulan sudah kemangkatan almarhum Tuanku Ja'afar dan hampir 2 bulan jugalah pemasyuran D.Y.M.M Tuanku Muhriz ibni almarhum Tuanku Munawir sebagai Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Darul Khusus. Ramai yang tidak mengenali Tuanku Muhriz dari dekat kerana nama baginda tidak pernah disebut-sebut sebelum ini. Hanya orang-orang lama sahaja yang mengenali baginda sebelum ini. Baginda adalah seorang raja yang baik serta berjiwa rakyat dan sesiapa yang mengenali baginda dengan lebih dekat pasti akan menyenangi sikap baginda yang tenang dan bersahaja. Ada beberapa info yang mengatakan bahawa baginda ingin memindahkan pejabat rasminya ke Istana Seri Menanti, jika benar amatlah molek kerana Seri Menanti adalah merupakan Bandar Diraja yang menjadi tempat rasmi segala adat istiadat.

Sikap Baginda yang sentiasa bertemu rakyat pada setiap hari jumaat di mana baginda akan bersama-sama dengan putera-puteranya menunaikan solat fardu Jumaat di beberapa buah masjid semenjak baginda menjadi Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan telah mendapat perhatian daripada rakyat negeri ini. Rakyat begitu gembira dan bersyukur kerana baginda dilihat mempunyai kewibawaan sebagai pemerintah di alam Negeri Sembilan ini. Orang-orang lama mengatakan baginda mempunyai perwatakan seperti nendanya iaitu almarhum Tuanku Abdul Rahman ibni almarhum Tuanku Muhammad dan ayahandanya iaitu almarhum Tuanku Munawir ibni almarhum Tuanku Abdul Rahman. Difahamkan bahawa almarhum Tuanku Abdul Rahman adalah seorang raja yang memuliakan Ulama dan sering mengundang ulama-ulama di sekitar Luak Tanah Mengandung ini untuk mengadakan majlis-majlis ilmu yang mana baginda menjadikan istananya sebagai pusat ilmuan agama satu ketika dahulu. Antara ulama yang berperanan besar ialah Maulana Lebai Maadah yang sering dititahkan untuk hadir ke istana mengajar ilmu-ilmu agama kepada rakyat baginda. Dikatakan juga moyang baginda iaitu almarhum Tuanku Muhamad Shah Ibni almarhum Tuanku Antah yang ditabalkan bagi tahun 1888-1933 telah menjemput Tuan Guru Haji Darun Haji Ibrahim yang berasal dari Inderagiri dan bermukim di Semenyih untuk menjadi guru agama di istana. Dikatakan adinda baginda iaitu almarhum Tunku Besar Burhanudin turut menjadi alim di bawah bimbingan ulama ini.

Di masa pemerintahan baginda almarhum Tuanku Abdul Rahman, ulama di negeri adat perpatih ini diberi keutamaan. Baginda bukan sahaja mendekati ulama malah turut menyumbangkan kewangan membina pondok atau sekolah agama, sebagaimana peranan baginda membantu Tuan Guru Lebai Maadah ini dan mewakafkan sebidang tanah untuk Tuan Guru Haji Abdul Majid Abdul Karim di Batu Kikir bagi tapak pondoknya. Di zaman baginda juga, perbahasan agama secara sihat diadakan di istana di antara Lebai Maadah dengan Haji Muhamad Mustaffa dari Kuala Jempol. Majlis perbahasan itu dipengerusikan sendiri oleh almarhum Tunku Besar Burhanudin. Baginda pernah juga meminta Lebai Maadah menafsirkan mimpinya apabila baginda bermimpi digelar "Manaf" oleh Raja-raja Melayu. Lebai Maadah menafsirkan baginda akan naik tinggi dan disebut orang selama-lamanya. Antara kelebihan yang dimiliki oleh baginda selepas itu ialah Baginda dilantik sebagai D.Y.M.M Yang Dipertuan Agong pertama dan gambarnya terus dicetak dalam wang kertas negara ini sehingga sekarang.


Photo: Gambar ramai depan Balai Istana Seri Menanti bersama DYMM Tuanku Abd Rahman. Maulana Lebai Maadah duduk paling kiri ( bertarbus) 1939.


Mudah-mudahan dengan Perlantikan Tuanku Muhriz ini akan menyuburkan lagi syiar islam di dalam Negeri Sembilan ini khasnya kerana suatu ketika dahulu Negeri Sembilan pernah dikenali sebagai negeri telapak "ilmu tassawuf" dikalangan rakyat negara ini yang dahagakan ilmu agama ketika itu. Dan ada pendapat yang mengatakan Darul Khusus itu bermaksud khusus kepada ilmu tassawuf yang begitu diminati oleh kalangan rakyat negeri ini dan menjadi bualan hebat pada waktu itu.




Sumber utama : http://maadah.blogdrive.com/

Sabtu, Februari 14, 2009

PEMASYURAN TUANKU MUHRIZ


Seri Menanti: Perlantikan Tuanku Muhriz sebagai Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan yang Ke-11 adalah bertepatan mengikut adat perpatih yang telah menjadi panduan masyarakat Negeri sembilan dahulu dan sekarang serta bersesuaian dengan kata perbilangan adat iaitu :

Bulat anak buah melantik Buapak,
Bulat Buapak melantik Lembaga,
Bula Lembaga melantik Undang,
Bulat Undang melantik Raja.

Perlantikan sesuatu jawatan mengikut Ada Perpatih adalah berdasarkan "berjinjang naik, bertangga turun" yang mana perlantikan bermula daripada bawah (anak buah) manakala perintah datangnya dari atas (raja).



video
 
Blogger Templates